Majelis Ulama Indonesia · Provinsi Jambi
Prof. Dr. Maisah, M.Pd.I.
Ketua Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga — MUI Provinsi Jambi
Guru Besar Ilmu Pendidikan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Bagi Prof. Dr. Maisah, mengabdi bukan sekadar menjalankan tugas — ia adalah pertemuan antara ketelitian seorang akademisi dan kepedulian seorang penggerak umat, yang keduanya bermuara pada satu hal: ketahanan keluarga dan kemajuan perempuan Jambi.
Filosofi Pengabdian
Tiga Dekade di Dua Panggung
Prof. Dr. Maisah menapaki jalur akademik dan jalur pengabdian umat secara bersamaan sejak diangkat sebagai CPNS pada tahun 1994. Ia meraih gelar doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta pada 2010/2011, dan dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan pada tahun 2016 dengan orasi ilmiah "Membangun Format Pendidikan Islam dalam Menyongsong Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi". Selama itu pula ia pernah menjabat Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN STS Jambi (2017–2021) dan tiga kali maju sebagai bakal calon Rektor UIN STS Jambi (2019, 2023, 2024).
1994
Mengawali pengabdian
Diangkat sebagai dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
2010
Doktor Manajemen Pendidikan
Menyelesaikan program S3 di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.
2016
Dikukuhkan sebagai Guru Besar
Meraih jabatan Profesor bidang Ilmu Pendidikan.
2017
Dekan & Ketua Bidang PRK MUI
Menjabat Dekan Fakultas Adab dan Humaniora sekaligus mulai memimpin Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Provinsi Jambi.
2023
Dipercaya negara
Ditunjuk sebagai anggota Tim Seleksi Calon Anggota KPU untuk tujuh kabupaten/kota di Provinsi Jambi periode 2023–2028.
2026
Satyalancana 30 Tahun Pengabdian
Menerima piagam Satyalancana atas 30 tahun pengabdian dari UIN STS Jambi pada 6 Januari 2026.
Arsitek Ketahanan Keluarga
Di meja kerjanya di Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Provinsi Jambi, Prof. Maisah menerjemahkan riset menjadi kebijakan yang membumi. Ia telah menjadi narasumber pada puluhan webinar dan forum — mulai dari ketahanan keluarga di masa pandemi, gerakan "Stop Perkawinan Anak", pemberdayaan ekonomi syariah bagi perempuan, hingga isu terkini seperti penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan Islam dan bahaya pinjaman online, yang disampaikannya dalam forum PRK MUI Jambi sepanjang 2024–2026.
Akademisi yang Membumi
Sebagai pengajar tetap Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sejak 1994, Prof. Maisah mengampu puluhan mata kuliah pada jenjang S1 hingga S3 — dari Ilmu Pendidikan, Manajemen Pendidikan, hingga Manajemen Strategik di program doktoral. Ia aktif membimbing dan menguji skripsi, tesis, dan disertasi mahasiswa sejak 1996, termasuk mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi Islam swasta di Provinsi Jambi.
32
Tahun Mengabdi
di Dunia Akademik
80+
Karya Ilmiah — Buku &
Jurnal Nasional/Internasional
10+
Organisasi Profesi &
Sosial Keagamaan Aktif
3x
Diusulkan Bakal Calon
Rektor UIN STS Jambi
Kepercayaan Publik
Organisasi Keagamaan & Sosial
- Ketua Bidang PRK, MUI Provinsi Jambi2017–kini
- Ketua II, BKMT Provinsi Jambi2012–kini
- Ketua Bidang Pendidikan, Muslimat NU Provinsi2023–2028
- Wakil Ketua I, Muslimat NU Kota Jambi2023–2028
- Penasehat, DMDI Provinsi Jambi2025–2028
Jabatan & Kepercayaan Publik
- Anggota Timsel Calon Anggota KPU, 7 Kab/Kota Jambi2023–2028
- Koordinator Pemberdayaan Perempuan, ICMI Provinsi Jambi2023–2028
- Ketua Bidang Pendidikan, Persatuan Guru Besar Se-Indonesia2021–kini
- Dewan Pakar, Majlis Da'i Kebangsaan Provinsi Jambi2025–2028
- Anggota Senat, UIN STS Jambi2016–kini
Penghargaan
- Satyalancana 30 Tahun Pengabdian, UIN STS Jambi6 Jan 2026
- Piagam Editor Jurnal Internasional, UIN Sunan Gunung Djati BandungDes 2024
- Piagam Presenter, Int'l Conference on Human Sustainability – UTHM Malaysia2022 & 2024
- Satyalancana 20 Tahun Pengabdian, UIN STS Jambi2018
- Satyalancana 10 Tahun Pengabdian, IAIN STS Jambi2007
Prof. Dr. Maisah adalah sosok yang membuktikan bahwa mimbar akademik dan mimbar umat dapat berdiri di satu titik yang sama: keberpihakan yang konsisten pada perempuan, remaja, dan keluarga Jambi. Setiap risetnya berujung pada kebijakan, dan setiap kebijakan yang ia dorong berpijak pada nilai-nilai keislaman yang membumi.