MUI Jambi

SILATURAHMI ULAMA

Halal Bihalal MUI Jambi Perkuat Silaturahmi dan Peran Ulama Mengayomi Umat

Jambi • 11 April 2026

JAMBI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi menggelar Halal Bihalal (HBH) bersama pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi di Aula MUI Provinsi Jambi, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi ulama dalam mengayomi umat di tengah berbagai dinamika sosial yang terus berkembang.

Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekhidmatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jambi KH Abdullah Sani, Ketua MUI Provinsi Jambi Dr. Umar Yusuf, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta para pengurus MUI dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Provinsi Jambi, Dr. Umar Yusuf, menjelaskan bahwa kegiatan ini semula dijadwalkan pada 4 April 2026. Namun karena beberapa kendala teknis, pelaksanaannya baru dapat terlaksana pada hari ini.

“Alhamdulillah, meskipun ada kendala teknis sehingga tertunda dari jadwal awal 4 April, hari ini kita bisa berkumpul. Terlaksananya kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kapolda, Danrem, Kejaksaan, dan pihak lainnya.”

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Adat Provinsi Jambi yang juga mantan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan harmoni antarlembaga demi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Jaga selalu kekompakan antar lintas sektor. Kami berharap MUI ke depan dapat terus menjadi lembaga yang mampu mengayomi semua lapisan masyarakat.”

Wakil Gubernur Jambi, KH Abdullah Sani, menyambut positif pelaksanaan Halal Bihalal tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk saling memaafkan. Dengan kebersamaan yang terjalin antar sesama, maka pembangunan daerah akan lebih mudah diwujudkan.”

Dalam paparannya, Abdullah Sani juga menjelaskan filosofi tentang tiga golongan penjaga risalah agama sebagaimana yang dipahami dalam khazanah keislaman, yaitu ulama, robbani, dan ahlul zikri.

Tiga Pilar Penjaga Risalah Agama

  • Ulama — Mereka yang memiliki rasa takut (khasyah) kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya.
  • Robbani — Orang-orang yang tidak pernah berhenti belajar dan senantiasa mengajarkan ilmunya kepada masyarakat.
  • Ahlul Zikri — Mereka yang memahami Al-Qur’an secara mendalam serta mampu memberikan solusi atas persoalan umat.

Suasana Halal Bihalal semakin bermakna dengan tausiyah singkat yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin, KH Dr. Zainul Arifin. Dalam kultumnya, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mensyukuri segala ketetapan Allah SWT dalam kehidupan.

Menurutnya, terdapat lima bentuk takdir yang wajib disyukuri oleh setiap manusia, yaitu rezeki, kematian, anak, keluarga, dan kekuasaan. Kelima hal tersebut merupakan bagian dari ketentuan Allah yang memiliki hikmah besar bagi kehidupan manusia.

Lima Takdir yang Wajib Disyukuri

  • Rezeki — Jaminan Allah bagi setiap hamba-Nya.
  • Kematian — Pengingat agar senantiasa memperbanyak amal saleh.
  • Anak — Amanah sekaligus investasi akhirat.
  • Keluarga — Penopang utama dalam kehidupan.
  • Kekuasaan — Harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar pengurus MUI se-Provinsi Jambi. Momentum Halal Bihalal ini menjadi penanda semangat baru dalam memperkuat ukhuwah, meningkatkan kolaborasi, serta mengoptimalkan peran MUI dalam membimbing dan mengayomi umat di Provinsi Jambi.

```