MUI Jambi

Wali Kota Jambi Maulana bersama pengurus MUI Kota Jambi saat pembukaan Rakerda dan pengukuhan pengurus MUI Kota Jambi
RAKERDA MUI KOTA JAMBI 2026

Pembangunan Daerah Dinilai Harus Bertumpu pada Nilai Spiritual

Muijambi.org • Jambi • 2026

Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, penguatan moral, akhlak, serta nilai spiritual masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sosial dan masa depan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Rakerda yang mengusung tema “Sinergitas Ulama dan Umara dalam Pemberdayaan Umat di Era Digitalisasi Menuju Kota Jambi Bahagia” tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus MUI Kota Jambi masa khidmat 2026–2031 oleh Ketua Umum MUI Provinsi Jambi, Dr. H. Muhammad Umar Yusuf.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Baznas Kota Jambi, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, akademisi, serta para pengurus MUI Kota Jambi yang mengikuti jalannya musyawarah kerja.

Sudah banyak perubahan positif sejauh ini, salah satunya IPM kita meningkat. Hal ini tidak luput dari peran pemangku agama, termasuk MUI.

— Wali Kota Jambi, Maulana

Kontribusi Ulama dalam Kemajuan Kota Jambi

Dalam sambutannya, Maulana menilai keberhasilan pembangunan Kota Jambi selama ini tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para ulama dan tokoh agama yang terus menjaga keseimbangan sosial serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, pembangunan yang berhasil tidak hanya tercermin dari berdirinya infrastruktur, meningkatnya investasi, atau pertumbuhan ekonomi yang positif. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan juga harus diukur dari kualitas moral masyarakat, harmoni sosial, serta terjaganya nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa tantangan di era digital saat ini bukan hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, melainkan bagaimana menjaga masyarakat agar tetap memiliki pegangan moral yang kuat di tengah derasnya arus informasi dan perubahan budaya.

MUI Dinilai Strategis Menangkal Radikalisme Digital

Pemerintah Kota Jambi memandang MUI sebagai mitra strategis dalam membimbing umat, memperkuat moderasi beragama, serta menjadi benteng moral dalam menghadapi penyebaran paham ekstremisme dan radikalisme yang kini semakin mudah menyebar melalui ruang digital.

Pesan Utama Wali Kota Jambi

Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral, akhlak, dan harmoni sosial masyarakat.

Karena itu, Maulana berharap Rakerda MUI Kota Jambi mampu menghasilkan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman, menjawab kebutuhan umat, serta memperkuat peran ulama dalam membimbing masyarakat menghadapi tantangan digital.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara ulama dan umara harus terus diperkuat agar pembangunan Kota Jambi berjalan secara seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan spiritual masyarakat.

Perguruan Tinggi Islam Turut Menguatkan Peran Keulamaan

Penguatan peran ulama di Provinsi Jambi juga mendapat dukungan luas dari kalangan akademisi dan perguruan tinggi Islam. Sebelumnya, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., turut menghadiri pengukuhan Dewan Pimpinan, Komisi, dan Lembaga MUI Provinsi Jambi masa khidmat 2025–2030.

Kegiatan tersebut digelar di Rumah Dinas Gubernur Jambi dan dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris, anggota DPR RI Hasan Basri Agus, unsur TNI-Polri, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan Islam dari seluruh Provinsi Jambi.

Pengukuhan pengurus MUI Provinsi Jambi dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Provinsi Jambi Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Peran Ulama dalam Menjaga Akidah, Akhlak, dan Persatuan Umat di Era Transformasi Digital.”

Kehadiran unsur pemerintah, ulama, dan akademisi tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat moderasi beragama, serta membangun ketahanan sosial masyarakat di tengah perubahan zaman.

Kolaborasi Lintas Sektor Menjawab Tantangan Moral

Sinergi antara pemerintah daerah, MUI, dan perguruan tinggi Islam dipandang penting untuk memperkuat dakwah, pendidikan umat, serta pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak, moderat, dan berdaya saing.

Di tengah tantangan era digital seperti disinformasi, polarisasi sosial, hingga krisis moral generasi muda, peran ulama dan institusi pendidikan Islam dinilai semakin strategis dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.

Karena itu, pengukuhan pengurus MUI Kota Jambi masa khidmat 2026–2031 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi, melainkan momentum memperkuat komitmen keulamaan dalam membimbing umat dan menjaga harmoni sosial.

Ini momentum penting untuk meneguhkan peran keulamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

— Maulana

Sinergi ulama, umara, dan akademisi diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Kota Jambi yang religius, toleran, harmonis, dan berkeadaban di tengah dinamika era digital yang terus berkembang.

```