Momen tersebut terjadi sesaat setelah Umar Yusuf meninggalkan lokasi syukuran. Dalam perjalanan pulang, perhatian beliau tertuju pada dua orang ibu yang sedang tekun membersihkan jalanan. Tanpa ragu, beliau meminta sopirnya untuk menepikan kendaraan agar bisa berinteraksi langsung dengan kedua ibu tersebut.
“Saya melihat ada dua orang ibu yang sedang menyapu jalan. Spontan saya meminta sopir untuk berhenti, lalu saya menemui mereka untuk berbagi sedikit rezeki. Saya sadar, mungkin di dalam rezeki yang Allah titipkan kepada saya, terdapat hak mereka yang harus saya tunaikan,” ujar Umar Yusuf.
Umar Yusuf menegaskan bahwa harta yang dimiliki manusia bukanlah sepenuhnya milik pribadi, melainkan di dalamnya terdapat hak bagi sesama yang membutuhkan. Menurutnya, berbagi merupakan salah satu nilai fundamental dalam ajaran Islam yang harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau juga mengajak masyarakat, khususnya umat Islam yang diberikan kelebihan rezeki, agar tidak memandang sebelah mata terhadap profesi apa pun. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa empati terhadap warga di sekitar yang sedang berjuang mencari nafkah.
Di akhir pernyataannya, Umar Yusuf mengingatkan bahwa kepedulian sosial hendaknya dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT, bukan untuk mengharap pujian atau pengakuan dari manusia. Beliau berharap aksi sederhana ini dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi masyarakat Jambi agar semangat gotong royong, kasih sayang, dan kebersamaan dapat terus terjaga.