Koordinator Komisi Pengkajian, Litbang Seni dan Budaya MUI Jambi
Kini, di samping mengabdi sebagai dosen tetap, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Komisi Pengkajian, Litbang Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi — posisi yang mempertemukan dua dunia yang telah lama ia tekuni: keilmuan akademik dan kepemimpinan umat.
Sepanjang lebih dari tiga dekade, Prof. Bahrul Ulum dikenal bukan sekadar akademisi di ruang kelas, melainkan juga penulis, peneliti, mubaligh, dan organisatoris yang aktif menjembatani gagasan keislaman dengan persoalan kebangsaan — mulai dari isu hukum keluarga Islam, moderasi beragama, tata kelola zakat dan wakaf, hingga relasi ulama dan negara dalam menjaga keutuhan Nusantara.
Jenjang pendidikan Prof. Bahrul Ulum dimulai dari SDN/MIS di Desa Pulau Kecil, dilanjutkan ke MTs Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) di desa yang sama, sebelum ia diundang menempuh Madrasah Aliyah Laboratorium IAIN Sulthan Thaha Saifuddin di Jambi. Jalur akademiknya kemudian menanjak hingga jenjang doktoral, dengan bimbingan sejumlah guru besar terkemuka di bidang hukum Islam dan pemikiran politik Islam.
Selain aktif mengajar di Fakultas Syariah dan Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sejak 2013 hingga kini, Prof. Bahrul Ulum menapaki jenjang kepemimpinan kampus secara bertahap — dari posisi pembantu dekan, direktur penerbitan, hingga dekan dan wakil rektor.
Rekam jejak organisasi Prof. Bahrul Ulum terbentang sejak masa remaja sebagai Ketua OSIS, hingga menapaki posisi strategis di tubuh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan berbagai lembaga keagamaan serta kemasyarakatan lain di Provinsi Jambi. Di lingkungan MUI Provinsi Jambi, ia pernah menjabat Wakil Ketua MUI (2015–2020) dan Anggota Dewan Pertimbangan MUI (2020–2025), sebelum kini mengemban amanah sebagai Koordinator Komisi Pengkajian, Litbang Seni dan Budaya.
Produktivitas keilmuan Prof. Bahrul Ulum tercermin dari puluhan karya yang telah ia hasilkan — mulai dari penelitian tentang pengelolaan wakaf dan zakat, relasi ulama dan negara, hingga politik hukum Islam Melayu Jambi. Ia juga menulis dan menerbitkan sejumlah buku ber-ISBN, serta mempublikasikan artikel pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi, termasuk pada jurnal terindeks Scopus Q1. Tak berhenti di situ, ia turut mengedit tidak kurang dari 45 judul buku sepanjang kariernya.
Sepanjang 2002–2016, Prof. Bahrul Ulum menyunting tidak kurang dari 45 judul buku terbitan Sulthan Thaha Press dan sejumlah penerbit lain di Jambi maupun Jakarta — mencakup tema metodologi tafsir, fikih responsif, pendidikan karakter, hukum adat dan hukum Islam, hingga kepemimpinan pesantren. Ia juga aktif menulis opini di harian Jambi Ekspress dan Jambi Independent, sebagian di antaranya kemudian dibukukan bersama Dr. Hermanto Harun dalam MengAGAMAkan Politik, serta menulis rubrik hikmah Ramadhan secara rutin di Jambi Ekspress (2015) dan Tribun (2016).
Selama lebih dari dua dekade, Prof. Bahrul Ulum tercatat sebagai narasumber dan moderator pada puluhan seminar, lokakarya, dan forum ilmiah — mulai dari isu moderasi beragama, pencegahan radikalisme dan terorisme, kepemimpinan mahasiswa, hingga ketatanegaraan bersama MPR RI. Ia juga kerap tampil sebagai pembicara pada forum internasional, termasuk di Malaysia.
Wawasan keilmuan Prof. Bahrul Ulum turut diperkaya oleh sejumlah pengalaman lintas negara — dari program kepemimpinan pendidikan di Amerika Serikat hingga penjajakan kerja sama antar-perguruan tinggi di Malaysia.
"Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang terus mengalir — melalui mimbar, melalui pena, dan melalui pengabdian kepada umat."