Sebagai seorang akademisi tulen dan Guru Besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Lukman bukan sekadar figur administratif. Ia adalah pemikir yang membawa disiplin ilmu Manajemen Pendidikan Islam ke dalam tubuh organisasi MUI, menjadikan setiap program kerja lebih terukur, strategis, dan berdampak bagi umat.
Perjalanan hidup Prof. Lukman adalah sebuah narasi tentang keteguhan. Ia tumbuh dari kesederhanaan yang mengajarkannya bahwa gelar akademis hanyalah perangkat, sementara ketulusan dan kerja keras adalah mesin penggerak utama. Pengalaman hidup inilah yang ia bawa ke dalam setiap ruang pengabdiannya—baik di ruang kuliah yang ia asuh maupun di meja rapat organisasi. Baginya, pendidikan dan dakwah memiliki akar yang sama: upaya untuk memuliakan manusia.
Sebagai Sekretaris Umum, Prof. Lukman memegang peran krusial dalam merawat ritme organisasi. Ia adalah sosok yang memastikan bahwa setiap gerak langkah MUI selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta memastikan hubungan antara ulama dan umara (pemerintah) tetap berada dalam jalur kemitraan yang produktif.
Di bawah kepengurusan periode ini, ia menaruh perhatian besar pada posisi strategis MUI sebagai mitra moral dan spiritual pemerintah. Prof. Lukman berkomitmen untuk memperkuat peran MUI dalam tiga pilar utama:
Prof. Lukman meyakini bahwa MUI di masa depan haruslah menjadi institusi yang adaptif terhadap tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pewaris nabi (waratsatul anbiya). Baginya, menjadi pengurus MUI adalah panggilan jiwa untuk berkhidmat.
Dengan gaya kepemimpinan yang tenang, inklusif, dan berbasis pada manajemen yang rapi, Prof. Lukman Hakim terus berupaya memastikan MUI Jambi hadir sebagai rumah yang teduh. Di tangannya, amanah ini dijalankan bukan sekadar sebagai jabatan, melainkan sebagai bentuk pengabdian berkelanjutan bagi umat dan bangsa.