MUI Jambi Didorong Jadi Benteng Moral Era Digital
Pembangunan Daerah Dinilai Harus Bertumpu pada Nilai Spiritual
JAMBI — Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, penguatan moral, akhlak, dan nilai spiritual masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sosial dan masa depan daerah.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Jambi, Maulana, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Rabu (11/2/2026).
Rakerda yang mengusung tema “Sinergitas Ulama dan Umara dalam Pemberdayaan Umat di Era Digitalisasi Menuju Kota Jambi Bahagia” tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus MUI Kota Jambi masa khidmat 2026–2031 oleh Ketua Umum MUI Provinsi Jambi, Dr. H. Muhammad Umar Yusuf.
Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, Baznas Kota Jambi, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, hingga para pengurus MUI sebagai peserta Rakerda.
Pemkot Jambi Akui Besarnya Kontribusi Ulama
Dalam sambutannya, Maulana menilai keberhasilan pembangunan Kota Jambi selama ini tidak terlepas dari kontribusi ulama dan tokoh agama yang terus menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri atau pertumbuhan ekonomi yang meningkat, tetapi juga dari kualitas akhlak masyarakat dan harmoninya kehidupan sosial.
“Sudah banyak perubahan positif sejauh ini, salah satunya IPM kita meningkat. Hal ini tidak luput dari peran pemangku agama, termasuk MUI,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, tantangan di era digital saat ini bukan hanya soal perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga masyarakat tetap memiliki pegangan moral di tengah derasnya arus informasi dan perubahan budaya.
MUI Dipandang Strategis Tangkal Radikalisme Digital
Pemerintah Kota Jambi memandang MUI sebagai mitra strategis dalam membimbing umat, memperkuat moderasi beragama, serta menjadi benteng moral menghadapi penyebaran paham ekstremisme dan radikalisme yang kini semakin mudah menyebar melalui ruang digital.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral, akhlak, dan harmoni sosial,” tegasnya.
Maulana berharap Rakerda MUI Kota Jambi mampu melahirkan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara ulama dan umara harus terus diperkuat agar pembangunan Kota Jambi berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan keteguhan nilai spiritual.
Perguruan Tinggi Islam Ikut Perkuat Peran Keulamaan
Penguatan peran ulama di Provinsi Jambi juga mendapat dukungan kuat dari kalangan akademisi dan perguruan tinggi Islam.
Sebelumnya, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan, Komisi, dan Lembaga MUI Provinsi Jambi masa khidmat 2025–2030 di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., anggota DPR RI Drs. KH. Hasan Basri Agus, MM, unsur TNI-Polri, lembaga vertikal, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan Islam se-Provinsi Jambi.
Pengukuhan pengurus MUI Provinsi Jambi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Ulama Indonesia tentang Penetapan Dewan Pimpinan, Komisi, dan Lembaga MUI Provinsi Jambi Masa Khidmat 2025–2030 yang dibacakan oleh Prof. Dr. H. Lukman Hakim.
Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Provinsi Jambi Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Peran Ulama dalam Menjaga Akidah, Akhlak, dan Persatuan Umat di Era Transformasi Digital.”
Kehadiran Rektor UIN STS Jambi bersama unsur pemerintah daerah dan tokoh agama dinilai menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara ulama, umara, dan kalangan akademisi dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah perubahan zaman.
Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Penting Hadapi Krisis Moral
Sinergi antara pemerintah daerah, MUI, dan perguruan tinggi Islam dipandang penting untuk memperkuat dakwah, pendidikan umat, serta pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak, moderat, dan berdaya saing.
Di tengah tantangan era digital seperti disinformasi, polarisasi sosial, hingga krisis moral generasi muda, peran ulama dan institusi pendidikan Islam dinilai semakin strategis dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Karena itu, pengukuhan pengurus MUI Kota Jambi masa khidmat 2026–2031 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi, melainkan momentum memperkuat komitmen keulamaan dalam membimbing umat dan menjaga harmoni sosial.
“Ini momentum penting untuk meneguhkan peran keulamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” kata Maulana.
Sinergi ulama, umara, dan akademisi diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Kota Jambi yang religius, toleran, harmonis, dan berkeadaban di tengah dinamika era digital yang terus berkembang
